duFiX – - aLL aBouT fiCtiOnS

aLi rEzA

When Love is Gone

 

click for Lyrics

Cisangkela

Saya akan menceritakan padamu tentang Cisangkela, kampung halamanku, sebuah tempat dimana semuanya bersatu dalam sebuah keharmonisan; antara satu negara dengan negara lainnya, satu ras dengan ras lainnya, satu agama dengan agama lainnya, alam dan kami, dan apa yang ada di dalamnya yang menyatukan kami. Mampirlah ke tempat Cisangkela suatu waktu.

more…

Tuan Muda, Gadis Arang dan Kupu-Kupu Kuning

Seorang lelaki muda tampan, cerdas dan kaya sedang termenung, dagu berpangku tangan, matanya manatap kebun bunga dari jendela kamarnya. Tidak, dia tidak memikirkan bunga-bunganya karena bunga-bunga yang indah itu selalu dirawatnya tiap hari, bahkan sekarang bunga-bunganya yang khawatir kepada tuannya, mengira-ngira apakah yang sedang dirisaukannya.

more …

Ada Sesuatu Mengambang di Dalam Toples

Oleh Paul Jennings

Ada sesuatu mengambang di dalam toples. Sesuatu yang aneh. Sesuatu berwarna abu-abu seperti sepotong daging. Sesuatu yang bau. Sesuatu yang tidak hidup tapi tidak juga mati. Aku sampai bergidik melihatnya. Aku berharap bisa menahan diri untuk tidak melihatnya. Tapi aku tidak bisa. Anak-anak yang lain pun melihatnya. Semua mata memandang ke arah toples di atas meja. More…

Ketika Presiden RI Menolak Kunjugan Presiden AS

Oleh Ali Reza

Indonesia mengejutkan dunia saat presidennya menolak kunjungan presiden Amerika Serikat (AS). Penolakan itu disampaikan oleh menteri luar negeri Republik Indonesia (RI) kepada menteri luar negeri AS dengan sebelumnya menyampaikan permintaan ma’af melalui email pribadi masing-masing. More…

H A I D A (Surat Terakhir)

Universitas Haida awalnya hanya sebuah tempat diskusi para pemikir yang bicara tentang filsafat, sastra dan matematika. Di saat-saat tertentu pemikiran mereka dilombakan. Semakin lama semakin banyak yang tertarik mengikuti diskusi tersebut sehingga masyarakat sepakat untuk mendirikan sebuah institusi keilmuan. Saat itu universitas Haida hanya memiliki dua jurusan, yaitu sastra dan matematika. Beberapa tahun kemudian dan hingga saat ini universitas Haida memiliki empat fakultas dengan sepuluh jurusan dengan tiga buah gedung megah. Ali tahu tentang universitas dari pamannya yang seorang pelaut. Pamannya tahu bakat keponakannya itu di bidang sastra meski ayahnya lebih menginginkan anaknya mengambil kuliah di Al-Azhar. “Sastranya seindah negerinya, sebaik penduduknya” pamannya berkata, membawakan sebuah “Buku Panduan Mahasiswa di Haida” dan sebuah “Kumpulan Cerita Pendek Sastra Haida”. Dua minggu selepas studinya di SMA, Ali mengurus sendiri surat-surat keperluan studinya di Haida. Ia menggunakan seluruh uang tabungannya dan hanya sedikit dari ayahnya untuk keperluannya selama di Haida. Ia mengikuti kuliahnya penuh semangat bahkan kerap menjadi yang terbaik, setidaknya sebelum melihat wajah Fatima. More …

Written by Ali Reza

September 27, 2009 pada 2:01 pm