Menjadi Seorang Ahli


Oleh Gema Indra

Kuharap aku tidak sedang bermimpi, kalaupun aku bermimpi, aku tidak ingin sadarkan diri. Momennya demikian indah untuk dilupakan. Kala itu suhu udara cukup tinggi, angin kering yang berhembus mengkisahkan sejumlah muda-mudi dalam suatu wadah silaturahmi di serambi sebuah bangunan bernama rumah Tuhan. Semuanya berbusana sopan dan rapi, tak diizinkan secercahpun cahaya mentari menyengat bagian aurat mereka yang tersembunyi. Jumlah mereka sepadan dengan lapisan langit, sebanding dengan banyaknya tingkatan surga yang dihapal anak-anak Taman Al-Qur’an.

Apa yang didiskusikan?

Perbincangan kala itu bertemakan, “Bagaimana menjadi seorang ahli?”. Menjadi ahli? Ahli apa? Bagaimana caranya? Apa itu ahli? Dan boleh jadi ada sederet pertanyaan lain yang mengisi pikiran mereka.

Apa itu ahli?

Tentu kalian tahu beberapa kata ahli dalam istilah agama. Sekedar contoh, ada ahli waris, ahli kubur, ahli shaum, ahli shadaqah, dan lain-lain. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, kata ahli lebih dikaitkan atau identik dengan kemampuan atau keterampilan seseorang, mulai dari ahli komputer, ahli ekonomi, ahli kecantikan hingga ahli masak.

Kata ahli sebagai predikat telah secara otomatis disandang oleh orang yang berhak menyandangnya. Dan yang menakjubkan kita semua berhak untuk menjadi ahli. Misalnya, sebagai anak yang terlahir dari orang tua, kita dengan sendirinya telah menjadi ahli waris, demikian pula ketika kita wafat, tanpa perlu meminta kita telah disebut menjadi ahli kubur. Sedangkan untuk menjadi ahli shaum dan ahli shadaqah perlu latihan dan pembiasaan diri sehingga dua aktifitas itu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari diri kita. Demikian pula halnya dengan menjadi ahli komputer, ahli ekonomi, dan sejenisnya, diperlukan latihan, pembiasaan dan pendalaman dalam melengkapi bidang-bidang tersebut.

Atas dasar apa seseorang disebut ahli?

Seorang ahli itu orang yang memiliki kemampuan atau posisi di atas rata-rata. Dalam bahasa Inggris, kata mampu berarti able. Tingkatan yang lebih tinggi dari mampu disebut capable. Capable sendiri terdiri dari dua suku kata, yaitu cap dan able. Cap berarti topi, yang lazimnya dikenakan di kepala- organ tertinggi atau teratas dalam struktur tubuh manusia. Jadi sang ahli ialah orang yang capable atau setidaknya always a step ahead, selalu selangkah lebih maju. Jika kita merasa ada yang kurang ketika melewatkan shaum sunnah atau merasa tidak nyaman jika ada hari yang luput tanpa shadaqah, maka itu salah satu indikasi kita telah menjadi ahli shaum atau ahli shadaqah.

Bagaimana memulainya?

Sebagaimana penjelasa di atas, awalnya dibutuhkan latihan dan pembiasaan. Dan yang paling mendasar dari semua itu adalah terlebih dahulu kita tahu ilmunya. Untuk menjadi ahli shaum, kita wajib mengetahui tata cara shaum yang benar yang dicontohkan Rasul. Demikian pula untuk menjadi ahli komputer, kita harus memahami ilmu komputer. Kemudian setelah itu barulah kita melakukan tindakan itu menjadi sebuah kebiasaan bagi diri kita. Dan kalau sudah terbiasa maka bersiaplah untuk menuai takdir menjadi seorang ahli. Sebagaimana pepatah lama tentang hukum tabur-tuai: Taburlah gagasan, tuailah perbuatan. Taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan. Taburlah kebiasaan, tuailah karakter. Taburlah karakter dan kau akan menuai takdir.

Penutup

Ada kebahagiaan tersendiri ketika mengabadikan suatu peristiwa kedalam tulisan. Dan ternyata aku tidak sedang bermimpi meskipun sempat terlelap sebelum menyelesaikan tulisan ini. Saat ini waktu menandakan pukul 03.23 dini hari, saat para pecinta bermesraan dengan Maha Kekasih, Allah Swt. Saat yang mustajab untuk memohon ampunan dan harapan. Ya, saat ini sepertiga malam terakhir, saat yang tepat untuk menjadi ahli tahajjud.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s