Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Penulis : Kazuo Ishiguro
ISBN : 978-979-22-7493-6
Halaman : 360
Beberapa waktu lalu saya meriview film Never Let Me Go (yang kemungkinan tidak tayang di bioskop Indonesia) di blog ini, dan selang tidak beberapa lama terbit terjemahan novel tersebut.
Pertama kali saya membaca Never Let Me Go (versi asli) di perupustakaan British Council (sekarang bukunya dihibahkan untuk Senayan Library di kompleks Depdiknas, Jakarta). Kazuo menulis dengan sangat indah seperti novel sebelumnya The Remains of The Day yang menggambarkan suasana Inggris dan menceritakan kisahnya dengan sudut pandang orang pertama (Kathy H.). Never Let Me Go tidak seperti The Remains of The Day yang menceritakan suasana di rumah bangsawan Inggris dengan kepala pelayannya yang terhormat, novel ini berkisah tentang kehidupan siswa-siswa Hailsam yang ketat dan masa depan mereka yang sudah ditentukan sebagai manusia kloning.
Tetapi saya sedikit kurang nyaman dengan terjemahan kali ini yang agak kaku dan seringnya muncul istilah asing yang tidak bisa diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Bila membandingkan dengan terjemahan The Remains of The Day (penterjemah mbak Femmy, Hikmah), tentunya terjemahan The Remains lebih bisa dicerna, bahkan saya sampai membacanya berulang-ulang.
So, bagi kamu yang ingin membaca buku Never Let Me Go versi terjemahan ada baiknya menonton filmnya lebih dulu (versi DVD ori-nya sudah keluar), atau untuk lebih menikmati sebaiknya baca yang versi aslinya.







